PROGRAM  REVITALISASI PERKEBUNAN KELAPA SAWITDI SUNGAI BENU, LABUAN PRING DAN SUNGAI CEMARA KECAMATAN SADUKABUPATEN TANJAB TIMUR PROVINSIJAMBI

OLEH PT. AGRO JAMBI ALAM SEDJAHTRA

 

  1. A. PROGRAM REVITALISASI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT

adalah upaya percepatan pengembangan perkebunan kelapa sawit rakyat melalui perluasan, peremajaan dan rehabilitasi tanaman kelapa sawit yang didukung kredit investasi dan subsidi bunga oleh pemerintah dengan melibatkan perusahaan dibidang usaha perkebunan sebagai mitra pengembangan dalam pembangunan kebun, pengolahan dan pemasaran hasil.

  1. B. TUJUAN
  1. Meningkatkan kesempatan kerja melalui pengembangan perkebunan
  2. Meningkatkan daya saing melalui pengembangan industri hilir berbasis perkebunan
  3. Meningkatkan penguasaan ekonomi nasional dengan mengikutsertakan masyarakat dan pengusaha lokal
  4. Meningkatkan pendapatan masyarakat khususnya pekebun
  5. Menjadikan Indonesia sebagai produsen utama kelapa sawit.

 

  1. C. LOKASI PERKEBUNAN

Lokasi Program Revitalisasi Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat yang difasilitasi oleh PT. Agro Jambi Alam Sejahtra terletak di Desa Sungai Benu, Labuan Pring dan Sungai Cemara Kecamatan Sadu Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi dengan luas lokasi ± 10.000 Hektar.

  1. D. GEOGRAFIS, IKLIM, TANAH DAN PENDUDUK

Desa Sungai Benu, Labuan Pring dan Sungai Cemara Kecamatan Sadu Kabupaten Tanjung Jabung Timur Propinsi Jambi terletak di anatara 1˚ sampai 2˚ Lintang Selatan dan 104˚ Bujur Timur. Terhampar antara di sebelah selatan Sungai Benu Kiri (Propinsi Sumatra Selatan) sampai sebelah utara Sungai Air Hitam dan sebelah barat Cagar Alam sampai sebelah timur sepanjang pantai Laut China Selatan.

Curah hujan ≥ 2.000 mm/tahun dan merata sepanjang tahun dengan periode bulan kering ( < 100 mm/bulan ) tidak lebih dari 3 bulan, temperature siang hari rata-rata 29 – 33˚C.

Keadaan tanah datar, ketinggian tempat dari permukaan air laut < 100  meter, tekstur tanah gambut keras dengan ketebalan gambut 0 – 100 cm, konsistensi gembur sampai agak lembut, ketinggian muka air tanah < 75 cm, keasaman (pH) 4,0-6,0.

Memiliki penduduk < 750 KK dengan luas wilayah lahan tanah ± 15.000 Ha. Masyarakatnya terdiri dari berbagai suku bangsa ( Bugis, Jambi, Padang dan Jawa ), berpencaharian sebagai nelayan, pedagang, petani/pekebun dan pengusaha wallet.

  1. E. HAK PETANI PESERTA
  1. Memperoleh bimbingan teknis dan non teknis
  2. memperoleh kredit investasi dari perbankan
  3. Memperoleh subsidi bunga kredit dari pemerintah
  4. Memperoleh jaminan pemasaran produksi dari mitra usaha
  5. Memperoleh upah sebagai tenaga kerja di kebun dari perusahaan mitra

 

  1. F. KEWAJIBAN PETANI PESERTA
  1. Mengusahakan kebun dengan bimbingan dari mitra usaha dan/atau instansi terkait agar kebun sesuai dengan standar teknis yang dianjurkan.
  2. Melakukan pembukaan lahan tanpa bakar.
  3. Membayar biaya pengembangan perkebunan, jasa manajemen 5%, termasuk bunganya setelah masa tenggang.
  4. Menjual hasil kebun kepada mitra usaha (PT. AJAS) dengan harga sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

  1. G. SYARAT-SYARAT MENJADI PETANI PESERTA
    1. Berumur minimal 21 tahun atau sudah menikah
    2. Mengajukan permohonan menjadi Calon Petani Peserta
    3. Membuat Surat Pernyataan
    4. Photo Copy Kartu Keluarga (KK) sebanyak 1 lembar
    5. Photo Copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) suami istri masing-masing 2 lembar
    6. Pas Photo berwarna ukuran 2 x 3 sebanyak 4 lembar
    7. Materai @ Rp. 6.000,- sebanyak 8 lembar
    8. Memiliki Lahan Tanah dibuktikan dalam bentuk (Surat Sporadik) minimal dengan luas lahan tanah 2 (dua) Hektar maksimal 4 (empat) Hektar di lokasi yang akan dibangun perkebunan kelapa sawit oleh PT. Agro Jambi Alam Sejahtra melalui Program Revitalisasi Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat.

 

  1. H. PENYEDIAAN LAHAN TANAH
  1. PT. Agro Jambi Alam Sejahtra membantu memfasilitasi penyediaan lahan tanah untuk Petani Peserta yang belum memiliki Lahan Tanah dengan cara memberikan ganti rugi (kompensasi).
  2. Lahan Tanah yang disediakan dalam satuan Kapling, 1 (satu) kapling lahan tanah dimaksud terdiri dari 2 (dua) Hektar Tanah Lahan Usaha dan ¼ (seper-empat) Hektar Tanah Pekarangan.
  3. Untuk Program 1 dan Program 2 Lahan Tanah yang disediakan terletak di Desa Sungai Benu Kecamatan Sadu Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi.

  1. I. TATA CARA
    1. Menyetorkan syarat-syarat dan bukti transfer uang ke rekening : 002001001560306 Bank BRI – Jambi.
    2. Mengisi dan menandatangani Surat Permohonan Pendaftaran dan Surat Pernyataan yang telah disediakan.
    3. Setelah syarat-syarat dan bukti transfer uang diterima oleh PT. Agro Jambi Alam Sejahtra, Calon Petani dibuatkan Tanda Terima Pendaftaran Calon Petani Peserta Program Revitalisasi Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat, Bukti Stor Kompensasi Lahan, dan Surat Sporadik (bukti penguasaan fisik lahan tanah).
    4. Pemberitahuan penempatan lahan tanah akan disampaikan selambat-lambatnya 30 hari kerja setelah penyerahan Surat Sporadik.
    5. Setelah penempatan lahan, Petani Peserta diajukan ke Program Revitalisasi Perkebunan Kelapa Sawit.

 

A. LATAR BELAKANG

Desa Sungai Benu, Labuan Pring dan Sungai Cemara Kecamatan Sadu Kabupaten Tanjung Jabung Timur Propinsi Jambi terletak di antara 1˚ sampai 2˚ Lintang Selatan dan 104˚ Bujur Timur,  memiliki curah hujan ≥ 2.000 mm/tahun dan merata sepanjang tahun dengan periode bulan kering ( < 100 mm/bulan ) tidak lebih dari 3 bulan, temperature siang hari rata-rata 29 – 33˚C. Dengan keadaan tanah datar, ketinggian tempat dari permukaan air laut < 100 meter, tekstur tanah gambut keras dengan ketebalan gambut 0 – 100 cm, konsistensi gembur sampai agak lembut, ketinggian muka air tanah <75 cm, keasaman (pH) 4,0-6,0. mimiliki penduduk < 500 KK dengan luas wilayah lahan tanah ± 15.000 Ha.

Masyarakatnya sangat ramah terdiri dari berbagai suku bangsa ( Bugis, Jambi, Padang dan Jawa ), berpencaharian sebagai nelayan, pedagang dan petani/pekebun. Lahan Tanahnya subur dan cukup luas terhampar antara di sebelah selatan Tanjung Siapiapi (Propinsi Sumatra Selatan) sampai sebelah utara Sungai Air Hitam dan sebelah barat Cagar Alam sampai sebelah timur sepanjang pantai Selat Berhala.

 

  1. B. TRANSMIGRASI SWAKARSA MANDIRI UNTUK MERAIH PROGRAM REVITALISASI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT.

Kegiatan pembangunan berada pada era reformasi pembangunan disegala bidang yang menyebabkan terjadinya perubahan paradigma manajemen pembangunan nasional sesuai dengan UU No.22/1999 tentang Pemerintah Daerah dan PP No.25/2000 tentang kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi Sebagai Daerah Otonom. Perubahan paradigma ini secara nyata menggeser inisiatif dari dominasi pemerintah ke inisiatif masyarakat, dari pendekatan sektoral ke pendekatan jejaring kerja, dari sentralisasi ke desentralisasi, dari sistem komando menjadi sistem pasar bebas, dari ketergantungan menjadi saling membutuhkan dan dari pendekatan produksi menjadi pendekatan produktivitas.

Transmigrasi Swakarsa Mandiri adalah program penambahan penduduk di Desa Sungai Benu, Labuan Pring dan Sungai Cemara dari desa lain atau daerah lain dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia didasarkan atas kemauan Masyarakat di Desa Sungai Benu, Desa Labuan Pring dan Desa Sungai Cemara dan kemauan sendiri Calon Penduduk dari desa lain atau daerah lain untuk menjadi Penduduk di Desa Sungai Benu, Desa Labuan Pring dan Desa Sungai Cemara dengan cara memberikan Kompensasi Kapling Lahan Tanah untuk dijadikan tempat tinggal dan lahan usaha pertanian dan atau perkebunan.

Program Revitalisasi Perkebunan adalah upaya percepatan pengembangan perkebunan rakyat melalui perluasan, peremajaan dan rehabilitasi tanaman perkebunan yang didukung kredit investasi dan subsidi bunga oleh pemerintah dengan melibatkan perusahaan yang bergerak dibidang usaha perkebunan sebagai mitra pengembangan dalam pembangunan kebun, pengolahan dan pemasaran hasil.

 

Tranmigrasi Swakarsa Mandiri untuk meraih Program Revitalisasi Perkebunan adalah transmigrasi prakarsa masyarakat yang dilaksanakan secara bertahap dengan kemandirian yang legal sehingga memenuhi syarat dalam meraih Program Revitalisasi Perkebunan dengan tujuan untuk mendapatkan peningkatan kesejahtraan menyeluruh di bumi pertiwi tercinta ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. C. PERUSAHAAN MITRA

Untuk melaksanakan program transmigrasi swakarsa mandiri dalam meraih program revitalisasi perkebunan masyarakat penyelenggara membutuhan fasilitator sebagai mitra kerja dalam membantu membuat perencanaan terpadu, merekrut calon petani, program kegiatan pra-revit, pengajuan pendanaan, bertindak sebagai avails, pembangunan kebun, pembinaan teknis dan manajemen, membeli hasil kebun dan menyelenggarakan proses pelaksanaan dan pengembalian kredit perkebunan.

PT. Agro Jambi Alam Sejahtra adalah perusahaan perseroan terbatas yang ditunjuk oleh masyarakat sebagai perusahaan mitra dalam penyelenggaraan Program Transmigrasi Swakarsa Mandiri dalam meraih Program Revitalisasi perkebunan melalui “Perjanjian Kerja Sama” yang berkeadilan saling menguntungkan dan tidak ada ketertindasan.

 

  1. D. PROGRAM TRANSMIGRASI SWAKARSA MANDIRI

Program Transmigrasi Swakarsa Mandiri dicanangkan pelaksanaannya mulai medio Mei 2009 sampai dengan medio Oktober 2009. Kegiatannya secara terpadu dilaksanakan oleh masyarakat, pemerintahan desa, Calon Petani/Calon Penduduk, dan PT. Agro Jambi Alam Sejahtra sebagai perusahaan mitra.

Adapun kegiatan-kegiatan tersebut meliputi :

  1. Pembuatan Site Plan yang meliputi pemetaan Lahan Tanah Pekarangan, Lahan Tanah Usaha/Perkebunan, Fasilitas Sosial dan Fasilitas Umum (Fasos-Fasum);
  2. Perencanaan penambahan penduduk;
  3. Perekrutan Calon Petani/Penduduk;
  4. Pembayaran kompensasi ganti rugi lahan dari Calon Petani/Penduduk kepada masyarakat pemilik lahan;
  5. Penempatan Calon Petani/Penduduk;
  6. Pembuatan dan pemenuhan dokumen tanah;
  7. Kegiatan Pra-Revitalisasi Perkebunan dengan berbudidaya tanaman pangan.

 

  1. E. PROGRAM REVITALISASI PERKEBUNAN

E.1. Tujuan Program Revitalisasi Perkebunan

  1. Meningkatkan kesempatan kerja melalui pengembangan perkebunan
  2. Meningkatkan daya saing melalui pengembangan industri hilir berbasis perkebunan
  3. Meningkatkan penguasaan ekonomi nasional dengan mengikutsertakan masyarakat dan pengusaha lokal
  4. Meningkatkan pendapatan masyarakat khususnya pekebun
  5. Menjadikan Indonesia sebagai produsen utama kelapa sawit.

 

E.2. Konsepsi Revitalisasi Perkebunan :

a)    pengembangan yang dilakukan untuk perkebunan rakyat, melalui kemitraan baik pola PIR maupun kemitraan lainnya.

b)    Setiap lokasi pengembangan diarahkan untuk terwujudnya hamparan yang kompak serta memenuhi skala ekonomi.

c)     Luas lahan maksimum untuk masing-masing pekebun yang ikut Program Revitalisasi Perkebunan adalah 4 hektar per-KK.

d)    Untuk memberikan jaminan kepastian dan keberlanjutan usaha, pengembangan perkebunan yang melibatkan mitra usaha dilakukan pengelolaan kebun dalam Satu manajemen minimal satu siklus tanaman,

e)    Bunga kredit yang diberikan kepada petani pekebun sebesar 10 % (dengan subsidi bunga), selisih bunga komersial dengan bunga yang dikenakan kepada pekebun menjadi beban pemerintah. Subsidi bunga diberikan sampai tanaman menghasilkan (maksimum 5 tahun untuk kelapa sawit).

f)     Setiap unit pengembangan terintegrasi dengan unit pengolahan, dan secara bertahap petani dapat dimungkinkan memiliki saham di unit pengolahan.

g)    Petani peserta yang belum memiliki mitra usaha, secara bertahap akan didorong melakukan kemitraan dengan perusahaan yang memiliki industri pengolahan.

h)    Petugas pendamping diperlukan untuk mengawal pelaksanaan program ini akan memanfaatkan tenaga sarjana pertanian (sistem kontrak).

 

E.3. Hak-Hak Petani Peserta

1)    Memperoleh bimbingan teknis dan non teknis dari petugas perkebunan

2)    memperoleh kredit investasi dari perbankan

3)    Memperoleh subsidi bunga kredit dari pemerintah

4)    Memperoleh jaminan pemasaran produksi dari mitra usaha

5)    Memperoleh upah sebagai tenaga kerja di kebun dari perusahaan mitra.

 

E.4. Kewajiban Petani Peserta

1)    Mengusahakan kebun dengan bimbingan dari mitra usaha dan/atau instansi terkait agar kebun sesuai dengan standar teknis yang dianjurkan.

2)    Melakukan pembukaan lahan tanpa bakar.

3)    Membayar biaya pengembangan perkebunan, jasa manajemen 5%, termasuk bunganya setelah masa tenggang.

4)    Menjual hasil kebun kepada mitra usaha dengan harga sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

E.5. Dukungan Peraturan Perundangan

1)    Peraturan Mentri Pertanian No.33 Permentan/OT.140/7/2006, tentang Pengembangan Perkebunan Melalui Program Revitalisasi Perkebunan.

2)    Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 117/PMK.06/2006 tentang Kredit Pengembangan Energi Nabati dan Revitalisasi Perkebunan.

3)    Perjanjian Kerjasama Antara Bank Pelaksana (Lima Bank Pelaksana) dengan Pemerintah Republik Indonesia (Menteri Keuangan) Dalam Rangka Kredit Pengembangan Energi Nabati dan Revitalisasi Perkebunan.

4)    SK Direktorat Jendral Perkebunan No. 03/Kpts/RC.110/01/07, tentang Satuan Biaya Maksimum Pembangunan Kebun Peserta Program Revitalisasi Perkebunan (Kelapa Sawit, Karet dan Kakao).

5)    Pedoman Umum Program Revitalisasi Perkebunan (Kelapa Sawit, Karet dan Kakao).

 

E.6. Dukungan Pendanaan Perbankan

No. Bank Pelaksana Dana (Rp. Triliyun)
1. BRI 12,00
2. Bank Mandiri 11,00
3. BUKOPIN 1,00
4. Bank Pembangunan Daerah Sumbar (Bank NAGARI) 0,98
5. Bank Pembangunan Daerah SUMUT 0,50

 

Jumlah 25,48

 

 

  1. F. PEREKRUTAN CALON PETANI

 

Masyarakat Desa Sungai Benu, Labuan Pring dan Sungai Cemara dengan penduduk < 500 KK memiliki hamparan lahan tanah seluas ±15.000 Hektar  yang sangat potensial untuk dijadikan lahan perkebunan kelapa sawit. Lahan Tanah yang dipersiapkan untuk Perkebunan Rakyat seluas 9.000 Hektar. Dari 9.000 Hektar dibagi menjadi Kapling Lahan Tanah terdiri dari 0,25 Hektar Untuk Lahan Tanah Pekarangan dan 2 Hektar untuk Lahan Tanah Usaha, sehingga diperoleh 4.000 Kapling Lahan Tanah. Bila diasumsikan 1 KK Calon Petani/Penduduk 50% mengelola 2 Kapling Lahan Tanah maka penambahan penduduk untuk Transmigrasi Swakarsa Mandiri membutuhkan Calon Petani/Penduduk sebanyak 3.000 KK.

F.1. Syarat Menjadi Calon Petani/Penduduk

1)    Mempunyai Kartu Tanda Penduduk (KTP) bukan KTP Desa Sungai Benu, Labuan Pring dan Sungai Cemara;

2)    Berumur 21 th atau lebih atau sudah menikah;

3)    Tidak mempunyai tunggakan kredit di perbankan;

4)    Bersedia membayar kompensasi ganti rugi Kapling Lahan Tanah yang disediakan masyarakat.

 

F.2. Tata Cara Menjadi Calon Petani/Penduduk Dengan melalui Survey terlebih dahulu :

1)    Mencermati, menelaah informasi dari petugas Rekrutmen Lapangan;

2)    Bila berminat dan akan melakukan survei terlebih dahulu, menandatangani Surat Pernyataan Berminat (SPB) Form 1.A;

3)    Datang ke Kantor PT. Agro Jambi Alam Sejahtra di Jambi secara kolektif yg dikoordinir oleh Petugas Rekrutmen Lapangan;

4)    Menyelesaiakan administrasi pendaftaran Calon Penduduk/Calon Petani dan membayar biaya survey;

5)    Melakukan survi lokasi secara kolektif yang dikoordinir oleh Tim Survi Lokasi;

6)    Bila OK, mengajukan Permohonan Menjadi Calon Petani/Penduduk dalam Program Transmigrasi Swakarsa Mandiri, melaksanakan SUB SISTEM PROSEDUR PEMBAYARAN LAHAN TANAH, kemudian kembali ke alamat asal menunggu pemberitahuan penempatan

 

F.3. Tata Cara Menjadi Calon Petani/Penduduk Tanpa Survey :

1)    Mencermati, menelaah informasi dari petugas Rekrutmen Lapangan.

2)    Bila berminat, menandatangani Surat Pernyataan Berminat Form 1.B.

3)    Datang ke Kantor Jambi secara kolektif yg dikoordinir oleh Petugas Rekrutmen Lapangan.

4)    Mengajukan Permohonan Menjadi Penduduk Desa dalam Program Transmigrasi Swakarsa Mandiri,  melaksanakan PROSEDUR PEMBAYARAN LAHAN TANAH.

5)    Menerima Tanda Serah Terima Dokumen Tanah dari Kantor, Pengantar Penempatan Penduduk atau kembali ke alamat asal menunggu pemberitahuan Penempatan Penduduk.

F.4. Prosedur Pembayaran Kompensasi Lahan

1)    Mengisi dan menandatangani formulir Bukti Stor Uang  Pembayaran Kompensasi Lahan Tanah (BSUPKL) Form 3.A

2)    Menyerahkan BSUPKL Form 3.A yang telah ditandatangani dan uang sebesar yang tertera dalam Form 3.A kepada KASIR.

3)    Menerima Form 3.A yang telah ditandatangani Kasir yang asli, lalu diserahkan kepada ADMINISTRASI

4)    Di hadapan Kepala Desa menandatangani Surat Penguasaan Fisik Bidang Tanah (Sporadik), Surat Pernyataan Pemilikan dan Surat Pernyataan Penyerahan Lahan Tanah.

5)    Menerima Bukti Serah Terima  Berkas Dokumen Lahan Tanah dari ADMINISTRASI.

 

  1. G. PENEMPATAN LAHAN

 

Setelah Calon Petani/Penduduk melakukan pendaftaran dan telah memenuhi syarat sebagai Calon Petani/Penduduk dapat langsung menempati lahan. Lahan yang ditempati adalah lahan yang ditetapkan oleh PT. AJAS dan Kepala Desa.

 

  1. H. PERUMAHAN

 

Perumahan dalam Program Transmigrasi Swakarsa Mandiri ini tidak disediakan. Sebelum Calon Petani/Penduduk mempunyai rumahnya sendiri, bertempat tinggal di Base Kem yang disediakan oleh Masyarakat. Calon Petani/Penduduk membangun perumahannya dengan dananya sendiri dan dikerjakan dengan cara bergotong-royong. Calon Petani/Penduduk membangun rumahnya di lahan pekarangan yang telah disediakan dan ditetapkan oleh Kepala Desa.

 

  1. I. PROGRAM PENANAMAN TANAMAN PANGAN

 

Calon Petani/Penduduk yang telah menempati lahan dan mempunyai tempat tinggalnya pada tahap pertama menggarap lahannya untuk ditanami tanaman pangan. Tanaman pangan dimaksud adalah tanaman jagung dan kedelai. PT. Agro Jambi Alam Sejahtra (PT. AJAS) menyediakan bibit unggul dan obat-obatan yang dibutuhkan, kemudian hasil panennya dijual kepada PT. AJAS.

Program tanaman pangan dimaksudkan untuk menutupi permukaan tanah sehingga pertumbuhan gulma dapat ditekan dan mengurangi keompetensi hara dengan tanaman kelapa sawit kelak. Selain dari pada itu hasil produksinya dapat untuk menopang kebutuhan hidup petani sebelum tanaman sawit menghasilkan (TSM).

 

I.1.  Pengolahan Lahan

Lahan tanah yang ada merupakan lahan tanah yang ditumbuhi semak belukar. Petani membersihkan semak belukar dengan cara ditebas menggunakan parang tebas. Setelah itu semak belukar yang sudah ditebas dikeringkan dengan dijemur di terik matahari dan diupayakan semaksimal mungkin untuk supaya tidak dibakar. Hal ini untuk menghindari pemantauan dari pemerhati lingkungan hidup yang selalu mengkambinghitamkan perambah hutan adalah penyokong terjadinya kerusakan ozon. Setelah lahan bersih dari semak belukar dan gulma lahan siap untuk ditanami tanaman pangan (kedelai atau jagung) artinya lahan langsung ditajuk tidak dicangkul atau dibajak terlebih dahulu.

 

I.2.  Penanaman

Penanaman benih jagung atau benih kedelai dengan cara ditajuk terlebih dahulu kemudian ditanam dalam lubang tajuk binih jagung atau kedelai yang pengadaannya disediakan oleh PT. AJAS.